(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-5894720799016328", enable_page_level_ads: true }); Materi SMA Kelas X dan Kelas XI: September 2018

Monday, 17 September 2018

STRUKTUR JARINGAN HEWAN


BAB 3
STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PENYUSUN JARINGAN HEWAN
A. STRUKTUR,LETAK DAN FUNGSI JARINGAN HEWAN VERTEBRATA
Jaringan adalah kumpulan sel-sel dengan struktur dan fungsi yang sama.

1.  Jenis Jaringan Penyusun Organ Pada Hewan Vertebrata
a. jaringan epitel
- tersusun dari sel-sel yang saling terikat oleh zat pengikat yang kuat sehingga hampir tidak ada ruang antar sel.
- terdapat di bagian luar tubuh serta di permukaan luar maupun permukaan dalam organ tubuh. Yang terdapat di luar berfungsi sebagai melindungi tubuh dari luka, sedangkan di permukaan organ berperan penting dalam proses absorpsi dan proteksi.
A. jenis epitel berdasarkan bentuk dan jumlah lapisan sel
            Dibedakan menjadi bentuk pipih, kubus, dan silindris. Berdasarkan jumlah lapisannya, jaringan epitel dbagi menjadi epitel simpleks dan epitel kompleks.
a. epitel simpleks
- terdiri atas satu lapis sel
TERDIRI DARI :
·        Epitel pipih selapis
Terletak di kapsul bowman, lapisan dalam pembuluh darah dan limfa alveolus paru-paru, ruang jantung. Memiliki fungsi sebagai pelapis bagian dalam rongga dan saluran, tempat difusi dan infitrasi zat.

·        Epitel kubus selapis
Terletak pada air liur, retina mata, dinding ovarium, dan saluran nefron. Memiliki fungsi proteksi, absorpsi dan sekresi (penghasil lendir).

·        Epitel silindris selapis
Terletak dalam lambung, usus, kantong empedu, rahim, saluran pernapasan  dan saluran pencernaan. Memilki funsgsi sebagai proteksi, sekresi, difusi, dan absorpsi zat.

·        Epitel silindris selapis bersilia
Terletak dalam rongga hidung, trakea, bronkus, dan dinding dalam oviduk. Memiliki fungsi penghasil mucus untuk menangkap benda asing yang masuk.

·        Epitel silidris berlapis semu
Terletak dalam rongga hidung dan trakea. Memiliki fungsi sebagai proteksi, sekresi, dan gerakan gas.

b. epitel kompleks
tersusun dari beberapa lapisan sel. Lapisan yang terbawah yang selalu membelah diri  untuk mengganti sel-sel permukaan yang rusak yang disebut dengan lapisan germinative.
·        Epitel pipih berlapis
Terletak pada kulit, rongga mulut, esofagus, laring, vagina, anus, dan rongga hidung. Berfungsi sebagai proteksi dan penghasil mucus.

·        Epitel kubus berlapis
Terletak pada kelenjar keringat, kelenjar minyak, ovarium, dan buah zakar. Berfungsi sebagai proteksi dan penghasil mucus.

·        Epitel silindris berlapis
Terletak di lapisan konjungtiva, dinding dalam kelopak mata, laring, faring, dan uretra. Memiliki fungsi sebagai proteksi dan penghasil mucus.

·        Epitel transisional
Terletak dalam kandung kemih, ureter, dan pelvis ginjal. Berfungsi untuk menahan regangan dan tekanan.


B. Jenis Epitel Berdasarkan Struktur dan Fungsi
Dibagi menjadi dua, yaitu epitel kelenjar dan epitel penutup.
a. epitel kelenjar, berfungsi sebagai dalam pembuatan, penyimpanan dan sekresi zat-zat kimia. Terdapat dua macam kelenajar yaitu kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin.
·        Kelenjar eksokrin merupakan kelenjar yang memiliki saluran pengeluaran untuk menyalurkan hasil ekskresinya. Berfungsi membantu metabolisme dan komunikasi. Contohnya dengan kelenjar susu, kelenjar keringat pada kulit, kelenjar fundus pada dinding lambung, dan kelenjar submaksilaris pada rahang bawah.
·        Kelenjar endokrin merupakan kelenjar yang tidak memiliki saluran pengeluaran.hasil sekresi kelenjar ini langsung diangkut menuju bagian tubuh yang memerlukan. Contohnya kelenjar endokrin yaitu kelenjar timus, kelenjar adrenal, dan kelenjar tiroid
b. Epitel penutup, melapisi permukaan tubuh dan jaringan.


B. JARINGAN PENGIKAT
Berfungsi melekatkan suatu jaringan dengan jaringan lain, membungkus organ-organ, mengisi rongga di antara organ-organ menghasilkan imunitas.
1. Komponen Jaringan pengikat
Tersusun dari matriks dan sel-sel penyusun jaringan pengikat.
a. Matriks
tersusun oleh serabut-serabut dan bahan dasar. Dibedakan menjadi serabut kolagen, serabut elastin, dan serabut retikuler. Serabut kolagen berwarna putih, bersifat sangat liat dan ulet, serta paling banyak ditemukan dalam tubuh. Serabut elastin berwarna kuning lebih halus dari serabut kolagen dan elastis. Serabut retikuler merupakan serabut paling halus dan bercabang-cabang membentuk jala. Bahan matriks tediri atas mukopolisakarida, semakin banyak hialuronat maka matriks semakin lentur dan jika matriks terlalu banyak sulfat maka matriks menjadi semakin kaku.
b. sel-sel penyusun jaringan pengikat
- fibroblas, berfungsi menyintesis dan menyekresikan protein ke dalam serabut.
- makrofag memiliki bentuk tidak teratur yang terletak dengan pembuluh darah yang berfungsi dalam pinositosis dan fagositosis.
- sel tiang (sel mast) sel yang menghasilkan heparin untuk mencegah pembekuan darah dan histamin untuk meningkatkan permeabilitas darah.
- sel lemak, berfungsi menyimpan lemak.
- sel darah putih, berfungsi melawan patogen penyebab penyakit.

2. Macam jaringan pengikat
Dikelompokkan menjadi jaringan pengikat dikelompokkan menjadi jaringan pengikat biasa dan jaringan pengikat dengan sifat khusus.
a. Jaringan pengikat biasa
·        Jaringan pengikat longgar
-          Memiliki susunan serabut-serabut yang longgar.
-          Matriks berupa lendir
-          Pada matriks terdapat berkas serabut kolagen yang fleksibel, tetapi tidak elastis.
-          Terdapat pada sekitar pembuluh darah, saraf, dan organ dalam tubuh.
-          Berfungsi sebagai medium penyokong, pengisi ruang di antara organ, dan mengelilingi elemen-elemen jaringan lain.

·        Jaringan pengikat padat
-          Mempunyai strkutur serabut-serabut terutama kolagen yang padat.
-          Jaringan pengikat padat dibedakan menjadi jaringan pengikat padat teratur dan jaringan padat tidak teratur.
-          Jaringan pengikat padat teratur adalah tendon
-           Jaringan pengikat padat tidak teratur adalah pada lapisan di bawah kulit
b. Jaringan pengikat dengan sifat khusus
memiliki fungsi unutk menunjang jaringan lunak dan membentuk sel-sel darah, terdiri atas tulang rawan, jaringan tulang keras, jaringan darah, dan jaringan limfa.
1. jaringan tulang rawan
Merupakan spesialisasi dari jaringan pengikat  berserabut tebal. Berfungsi sebagai rangka tubuh pada awal embrio, menunjang jaringan lunak dan organ dalam, serta melicinkan permukaan tulang dan sendi. Matriks tulang jaringan terdiri atas kondrin. Kondrosit adalah jaringan tulang rawan yang terletsk di dalam lakuna. Jaringan tulang rawan terdiri atas kartilago healin, kartilago fibrosa dan kartilago elastis.
PERRBEDAAN DAN PERSAMAAN DARI KARTILAGO HEALIN, KARTILAGO FIBROSA DAN KARTILAGO ELASTIS.
CIRI-CIRI
KARTILAGO HEALIN
KARTILAGO FIBROSA
KARTILAGO ELASTIS
SERABUT
Serabut kolagen yang halus
Serabut kolagen padat dan kasar
Serabut elastis dan serabut kolagen
WARNA MATTRIKS
Putih kebiru-biruan dan tembus cahaya
Gelap dan keruh
Keruh kekuningan
LETAK
Ujung tulang keras, persendian, dan saluran pernapasan
Ruas-ruas tulang belakang dan persendian, simfisis pubis
Epiglotis, daun telinga, dan bronkiulos
FUNGSI
Memberi keukatan, menyokong rangka embrionik, menyokong bagian tertentu rangka dewasa dan membantu pergerakan persendian.
Menyokong dan melindungi bagian di dalamnya.
Memberi fleksibilitas dan sebagai penyokong.


2. Jaringan tulang keras ( osteon)
- Merupakan jaringan pengikat yang mengandung mineral.
- Sel tulang disebut osteosit yang dibentuk diosteolas.
- antara osteosit satui dengan yang lain dihubungkan dengan kanakuli
- matriks osteoblas mengandung kalsium fosfat.
- endapan garam mineral menyusun dan melingkari bagian pusat tulang membentuk lamela
- berdasarkan susunan matiksnya jarningan tulang dibedakan menjadi tulang keras atau tulang kompak dan tulang berongga atau spons
- saluran havers mengandung pembuluh darah dan saraf sebagai penyupla nutrisi tulang.
3. jaringan darah
- terdiri atas dua bagian yaitu bahan interseluler dan sel darah, interseluler contohnya plasma, sel darah terdiri atas sel darah putih, sel darah merah, dan keping darah. Plasma darah berfungsi sebagai mengangkut sari makanan dan hormon ke bagian tubuh yang memerlukan. Sel darah putih dibentuk dalam kelenjar limfe.

4. jaringan limfa
Merupakan suatu cairan yang dikumpulkan dari berbagai jaringan dan kembali ke aliran darah. Komponen selulernya meliputi limfosit dan granulosit. Limfa berfungsi sebagai pengangkut cairan jaringan, protien, lemak, dan zat-zat lain dari jaringan ke sistem peredaran darah.

C. JARINGAN OTOT
Tersusun dari sel-sel otot yang berfungsi melakukan pergerakan. Kemampuan berkontraksi disebabkan oleh serabut kontraktil. Jaringan otot dibagi menjadi otot polos, otot lurik, dan otot jantung.
CIRI-CIRI
OTOT POLOS
OTOT LURIK
OTOT JANTUNG
BENTUK SEL
Seperti gelondong, bagian tengah besar, dan ujung meruncing
Silindris atau serabut panjang
Silindrs atau serabut pendek, bercabang-cabang
INTI SEL
Satu ditengah
Banyak di tepi
Satu atau dua di tengah
AKTIVITAS
Tidak sadar
sadar
Tidak sadar
KONTRAKSI
Lambat dan lama, tidak mudah lelah
Cepat tidak teratur dan mudah lelah
Teratur, tidak pernah lelah dan bereaksi lambat.
LETAK
Saluran pencernaan, saluran pernapasan, kandung kemih, pembuluh limfa
Melekat pada rangka, lidah, bibir dan kelopak mata
Jantung
DISKUSINTERKALARIS
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada


D. JARIANGAN SARAF
Terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron, yang berfungsi merespons perubahan lingkungan, membawa implus-implus saraf ke pusa saraf.
Neuron terdiri atas :
-          Badan sel saraf yang mengandung inti sel dan neuroplasma
-          Neurit atau akson, berfungsi membawa implus ke badan sel saraf.
-          Dendrit berfungsi membawa implus ke badan sel saraf.
Berdasarkan fungsinya, neuron dibedakan menjadi:
-          Neuron aferen atau neuron sensorik berfungsi menyamaikan rangsang dari reseptor ke sistem saraf pusat
-          Neuron asosiasi berfungsi menyampaikan implus dari neuron sensorik yang lain ke neuron motorik
-          Neuron eferen atau neuron motorik berfungsi menyampaikan implus dari sistem saraf pusat ke efektor.





Monday, 3 September 2018

Struktur jaringan tumbuhan

A. Struktur dan fungsi jaringan tumbuhan
Jaringan merupakan sekelompok sel yang mempunyai asal,struktur, dan fungsi yang sama. Berdasarkan tipe struktur dan fungsi sel, jaringan tumbuhan dibedakan ke dalam dua kelompok, yaitu jaringan meristematik (embrional) dan jaringan permanen (dewasa).
1. jaringan Meristem (embrional)
Merupakan jaringan yang masih aktif membelah dan belum mengalami diferensiasi. Penyusunnya berupa dinding sel tipis,memiliki nukleus yang besar, mengandung banyak sitoplasma, tidak memeliki ruang antar sel,tidak memiliki vakoula atau memiliki vakoula berukaran sangat kecil, dan besifat totipotensi. Totipotensi adalah kemampunan sel untuk dapat membelah sehingga menjadi satu organisme utuh.
Berdasarkan asalnya dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Meristem primer, terdapat pada di ujung akar dan ujung batang sehingga menyebabkan batang dan akar bertambah panjang.
b. Meristem sekunder, terdapat pada kambium dan gabus sehingga tumbuhan bertambah besar.
Berdasarkan letaknya, jaringan meristem dibedakan menjadi 3, yaitu:
a. Meristem apikal atau meristem ujung, terdapat diujung batang atau ujung akar.
b. Meristem interkalar atau meristem antara, terdapat antara jaringan dewasa dan terdapat di pangkal ruas batang.
c. Meristem lateral atau meristem samping, terdapat sejajar dengan permukaan organnya seperti kambium dan kambium gabus.

2. Jaringan Dewasa
Terdiri atas sel-sel yang sudah berhenti membelah dan telah mengalami diferensiasi. Karakteristiknya tidak ada pembelahan sel,ukuran relatif lebih besar daripada sel-sel meristematik, kadang-kadang sel telah mati,terdapat ruang antarsel,dinding sel mengalami penebalan sesuai dengan fungsinya, sitoplasma sedikit dan vakoula besar.
Berdasarkan fungsinya,jaringan dewasa dibedakan menjadi 4, yaitu:


Jaringan pelindung
a. Jaringan Epidermis
jaringan epidermis merupakan jaringan yang terletak paling luar dan menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Jaringan epidermis berfungsi melindungi jaringan dalam tubuh tumbuhan dari pegaruh buruk lingkungan atau patogen, menyerap air dan mineral (khusus daerah akar) dan menyekresi lapisan lilin atau kutikula yang bisa mencegah evaporasi (pada batang dan daun). Sebagian sel-sel epidermis dapat berkembang yang disebut denganderivat epidermis, misalnya stomata dan trikoma.
b. Jaringan Gabus
setelah epidermis terdesak sehingga pecah dan rusak karena batang tumbuh besar. Akhirnya epidermis tidak aktif lagi dan fungsinya digantikan oleh jaringan gabus. Jaringan gabus dibedakan menjadi eksodermis, endodermis dan peridermis, pada peridermis terdapat felem,felogen,dan felodem.
Jaringan Dasar ( parenkim)
Ciri-cirinya :
Memiliki banyak ruang antar sel
Dinding sel tipis dan mempunyai banyak vakoula
Selnya berbentuk polihedral
Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan menjadi 5 yaitu, parenkim asimilasi, parenkim pengangkut, parenkim penimbun, parenkim air dan parenkim udara.
Jaringan penguat (mekanik)
Jaringan peguat untuk memperkukuh tubuh tumbuhan. Jaringan penguat dibedakan menjadi jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.
1. Jaringan kolenkim
Memiliki ciri-ciri :
Tersusun dari sel-sel hidup. Kolenkim jarang terdapat di akar.
Dinding selnya tidak mengadung lignin, tetapi mengadung selulosa, pektin dan hemi selulosa sebagai penguat organ yang masih muda.
Menguat utama organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.
2. Jaringan Sklerenkim
Memiliki ciri :
Terdiri dari sel-sel mati dengan dinding sel tebal.
Hanya terdapat pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
Jaringan penguat dengan dinding sekunder tebal dan terdiri atas lignin.

Jaringan sklerenkim terdiri atas serabut sklerekim dan sklereid.
Serabut sklerenkim adalah berupa benang panjang dalam berkas pengangkut.
Sklereid ( sel batu) terdapat disemua bagian tumbuhan terutama didalam kulit kayu, pembuluh tapis, buah ,dan biji.

Jaringan pengangkut
Xilem
Berfungsi untuk mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun. Terdiri dari sel penyusun yang telah mati dengan dinding sekunder tebal yang tersusun atas lignin sebagaii jaringan penguat. Xilem terdiri atas unsur trakeal (trakea dan trakeid), serabut xilem, dan parenkim xilem.
Unsur trakeal merupakan unsur yang berperan dalam pengangkutan air dan zat terlarut didalamnya. Bentuknya memanjang, tidak mengadung protoplas, dinding sel berlignin dan memiliki bermacam noktah.
Serabut xilem sel panjang dengan dinding sekunder yang biasanya berlignin. Ada 2 macam yakni serabut trakeid  noktah terlindungi,pendek, dinding sel tipis. Serabut llibriform ukuran lebih panjang, dinding sel tebal, noktah sederhana.
Parenkim xilem tersusun dari sel-sel yang masih hidup, berfungsi sebagai tempat makanan cadangan

Floem
Berfungsi mengangkut dan mengedarkan zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Berbagai macam bentuk sel hidup dan mati melilputi unsur kibral (sel-sel tapis dan komponen pembuluh tapis), sel pengiring, sel albumin, parenkim floem ,dan serabut floem.
Sel tapis berbentuk tabung dengan ujung yang berlubang-lubang.
Sel pengiring berupa deretan sel yang hidup dan menyerupai sel-sel parenkim. Berperan sebagai transportasi zat makanan. Sel ini tidak ditemukan pada gymnospermae dan pteridophyta.
Sel albumin terletak di dekat sel tapis yang merupakan sel parenkim  yang kaya akan zat albmin. Hanya ditemukan pada gymospermae yang memiliki fungsi sama dengan sel pengiring.
Parenkim floem terletak dibawah bagian bawah buluh yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan amilum,lemak,dan zat organik.
Serabut floem, berbentuk panjang dan ujung saling berhimpit, sel ini mengalami penebalan sekunder sehingga memilki fungsi sebagai penguat floem.

B. Jaringan penyusunan organ tumbuhan
 Akar
Merupakan organ tumbuhan yang biasanya berada di bawah tanah, akar berasal dari akar  lembaga (radikula). Akar berkembang dari meristem apikal di ujung akar. Ujung akar ditutupi kaliptra untuk meristem yang rapuh pada saat akar memanjang menembus tanah yang abrasif. Pemebelahan meristem apikal membentuk zona pemanjangan sel, zona diferensiasi sel dan zona pendewasaan sel.
Jaringan penyusun akar :
Epidermis, dapat mengalami modifikasi menjadi rambut akar yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan.
Korteks, terletak dibawah epidermis berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan dan dapat berdiferensi menjadi endodermis.
Endodermis, pemisah antara korteks dengan slinder pusat. Sel-sel endodermis yang tidak mengalami penebalan disebut dengan sel penerus/sel peresap sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silider pusat.
Stele (slider pusat) merupakan bagian terdalam dari akar. Terdiri atas :
Periskel/ perikambium merupakan lapisan terluar dari stele dan terletak di sebelah dalam endodermis,yang berfungsi membentuk cabang akar dan berperan dalam pertumbuhan sekunder.
Berkas pengangkt yang terdiri atas xilem dan floem
Empulur terdiri atas parenkim dan terletak di bagian paling dalam atau antara berkas pengangkut.
Akar memiliki fungsi :
Menyerap air dan unsur hara
Menambatkan tubuh tumbuhan pada tanah atau media
Sebagai tempat penyimpanan makanan

Batang ( caulis)
Terletak di atas tanah dan tumbuh ke atas menuju cahaya matahari. Batang tersusun dari epidermis, korteks, dan stele.
Epidermis, dinding luar mengalami penebalan dari kutin yang disebut kutikula. Devirat epidermis berupa lentisel,trikoma,sel silika,dan sel gabus.
Korteks, mengandung amilum dan tersusun oleh sel-sel parenkim, kolenkim,sklerenkim.
Stele, terdiri perisikel bersifat meristematis, sel parenkim (empulur) dan berkas pengangkut ( xilem dan floem).
Fungsi batang sebagai berikut :
Penghubung dalam pengakutan air dan unsur hara dari akar menuju daun dan pengangkutan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh.
Tempat tumbuhnya daun dan dan organ-organ generatif seperti bunga dan buah.
Sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan.

Daun
Daun tersusun atas jaringan epidermis, mesofil, berkas pengangkut dan jaringan tambahan.
Epidermis, derivat epidermis daun adalah trikoma dan sel kipas. Trikoma berfungsi mengurangi penguapan dan mengurangi gangguan hewan. Sel kipas berfungsi untuk mengurangi penguapan dengan menggulungnya daun.
Mesofil, terletak diantara epidermis atas dan epidermis bawah. Mesofil pada dikotil terdiri atas jaringan tiang ( parenkim palisade) dan jaringan bunga karang (parenkim spons). Mesofil pada daun monokotil terdiri atas parenkim spons (bunga karang).
Berkas pengakutt terdiri atas floem dan xilem yang terletak di tulang daun, cabang daun dann urat daun.
Jaringan tambahan , misalnya sel kristal dan kelenjar.
Berdasarkan struktur jaringan penyusunnya, daun mempunyai beberapa fungsi :
Sebagai tempat fotosintesis
Sebagai tempat terjadinya respirasi
Sebagai tempat pengeluaran air melalui transpirasi dan gutasi.


C. Kultur jaringan tumbuhan
Sel tumbuhan memiliki sifat autonom dan totipasi. Autonom berarti dapat mengatur aktivitas hidupnya sendiri. Dan totipotensi adalah kemampuan sel tumbuhan untuk beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali.
Kultur jaringan adalah cara perbanyakan tumbuhan secara in vitro dengan mengisolasi bagian-bagian tanaman seperti sel, jaringan, atau organ tumbuhan serta menumbuhkannya pada medium buatan secara aseptis (bebas hama) agar bagian-bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali. Pada tekhnik kultur jaringan yang digunakan adalah eksplan yang diambil masih meristematis dan belum mengalami proses diferensiasi.
Kelebihan teknik kultur jaringan adalah :
Cara untuk menghasilkan bibit tanaman dalam jumlah banyak dengan waktu singkat.
Tidak memerlukan tempat luas
Tidak bergantung pada musim
Bibit yang dihasilkan lebih sehat dan seragam
Memungkinkan untuk dilakukan rekayasa genetika.
Kekuranga teknik kultur jaringan :
Memerlukan biaya yang besar karena harus dilakukan didalam laboraturium yang steril serta menggunakan bahan kimia
Memerlukan keahlian khusus
Memerlukan aklimatisasi ke lingkungan luar karena tanaman hasil kultur berukuran kecil dan bersifat aseptik.

Pelaksanaan kultur jaringan mempunyai beberapa tujuan berikut :
Menghasilkan tanaman dalam jumlah yang besar dengan lahan yang tidak terlalu luas dengan waktu yangg singkat.
Menghasilkan tanaman yang bebas penyakit
Melestastarikan jenis tanaman yang sudah langka
Mempertahankan sifat-sifat tanaman induk.
Menghasilkan varietas tanaman baru dengan teknik kultur fusi protoplas.

Keberhasilan kultur jaringan ditentukan oleh :
Eksplan, umur eksplan, ukuran eksplan, kondisi tanaman induk dan genetik ekslan.
Perbandingan komposisi senyawa kimia dalam medium tanah
Kondisi lingkungan, cahaya,suhu, kelembapan, ph,dan kepadatan media
Kondisi kultur dan lingkungan yang steril.
Teknik kultur jaringan yang digunakan :
Kultur meristem, eksplan berupa jaringan meristem
Kultur kloroplas, eksplan berupa kloroplas
Kultur pollen atau anther, eksplan berupa putik dan benang sari .
Kultur fusi protoplasma, eksplan berupa protoplasma.

Sunday, 2 September 2018

Menganalisis kemaharajaan VOC

B. MENGANALISIS KEMAHARAJAAN VOC

Menganalisis keserakahan kongsi dagang
a. Lahirnya VOC
tujuan bangsa Eropa ke dunia timur antara lain untuk mendapatkan keuntungan dan kekayaan dengan dengan mendapatkan rempah-rempa. Kemudian berita dari keuntungan tersebut menyebar maka banyak orang Eropa datang ke Nusantara untuk meraup keuntungan. Pedagang dari Portugis bersaing dengan para pedagang Belanda,bersaing dengan pedagang Spanyol,bersaing dengan Inggris dan seterusnya. Pada tahun 1600 Inggris membentuk sebuah kongsi dagang bernama EIC (East India Company. Yang berkantor pusat di India tepatnya di Kalkuta tempat setiap kebijkan Inggris di dunia timur dikendalikan. Pada tahun 1811 kedudukan Inggris begitu kuat dan sampai berhasil menempatkan kedudukannya di Nusantara.
Pada 20 Maret 1602 secara resmi dibentuklah persekutuan kongsi dagang Belanda VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) atau disebut dengan perserikatan maskapai perdagang india timur. Adapun tujuan dibentuknya VOC adalah :
Menghindari persaingan yang tidak sehat antara sesama kelompok/kongsi pedagang Belanda yang telah ada
Memperkuat kedudukan Belanda dalam menghadapi persaingan dengan para pedagang negara lain.
VOC dipimpin oleh sebuah dewan yang beranggotakan 17 orang, yang terdiri dari delapan perwakilan kota pelabuhan dagang di Belanda. Markasnya berkedudukan di Amsterdam. Dalam menjalankan tugasnya VOC memiliki beberpa kewenangan dan hak-hak antara lain:
Melakukan monopoli perdagangan di wilayah antara Tanjung Harapa sampai dengan Selat Magelhaens, termasuk kepulauan Nusantara.
Membentuk angkatan perang sendiri
Melakukan peperangan
Mengadakan perjanjian dengan raja-raja setempat
Mencetak dan mengeluarkan mata uang sendiri
Mengangkat pegawai sendiri
Memerintah di negeri jajahan
Pada tahun 1605 VOC telah berhasil mengusir Portugis dari Ambon. Benteng pertahanan Portugis di Ambon dapat diduduki tentara VOC dan diberi nama Benteng Victoria. Karena dewan tujuh belas tidak dapat menjalankan tugas sehari-harinya secara cepat dan efektif sementara itu persaingan dan permusuhan dengan bangsa lain semakin keras, pada tahun 1610 secara kelembagaan diciptakan jabatan baru dalam organisasi VOC, yakni jabatan gubernur jenderal dan dibentuknya Dewan Hindia yang bertugas memberi nasihat dan mengawasi kepemimpinan gubernur jendral. Gubernur jenderal VOC yang pertama adalah Pieter Both.

b. VOC semakin merajalela
Setelah Pieter Both digantikan oleh Gubernur Jenderal Gerard Reynst dan  baru berjalan satu tahun ia digantikan oleh Laurens Reael. Pada masa jabatan Laurens Reael berhasil membangun Gedung Mauritus yang berlokasi di tepi Sungai Ciliwung. Pada tahun 1618 Sultan Banten yang dibantu tentara Inggris di bawah Lakamana Thomas Dale berhasil mengusir VOC dari Jayakarta seperti yang dilakukan Banten pada tahun 1619 yang juga mengusir Inggris dari Jayakarta.
Pada tahun 1619 Laurens digantikan oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen ( J.P Coen). Karena merasa bangsanya dipermalukan pasukan Banten dan Inggris di Jayakarta ia menyiapkan pasukan untuk menyerang Jayakarta. Ternyata Jayakarta dapat ditakhlukan VOC dan kota itu dibumihanguskan oleh JP. Coen pada tanggal 30 Mei 1619. Dan diatas puing-puing kota tersebut dibangun kota dan bangunan bergaya belanda yang dinamakan Batavia sebagai pengganti nama Jayakarta.
Cara-cara VOC untuk meningkatkan eksploitasi kekayaan alam dilakukan dengan :
Merebut pasaran produksi  pertanian
Tidak ikut aktif secara langsung dalam kegiatan produksi hasil pertanian
VOC sementara cukup menduduki tempat-tempat yang strategis
VOC melakukan campur tangan terhadap kerajaan-kerajaan di Nusantara
Lembaga-lembaga pemerintahan tredisional/kerajaan masih tetap dipertahankan dengan harapan bisa dipengaruhi dapat diperalat, kalau tidak mau baru diperangi.
VOC semakin serakah dan bernafsu untuk menguasai Nusantara yang kaya rempah-rempah. Politik devide et impera dan berbagai tipu daya juga dilakukan demi mendapatkan keuntungan. Hal ini terjadi saat Raja Pakubuwana II yang dalam keadaan sakit keras dipaksa untuk menandatangani naskah penyerahan kekuasaan Kerajaan Mataram kepada VOC pada tahun 1749. Dan kekuasan VOC sudah meluas ke seluruh Nusantara dengan begitu jelas bahwa VOC merupakan kongsi dagang yang berangkat dari usaha mencari keuntungan kemudian dapat menanamkan pengaruh bahkan kekuasaanya di Nusantara. Yang artinya untuk memperkokoh tindakan monopoli dan memperbesar keuntungannya orang-orang Eropa harus memperbanyak daerah ynag dikuasai atau daerah kolonialnya.
Kolonialisme merupakan bentuk pengekalan imperialisme. Paham ini yang biasanya diterapkan oleh bangsa Eropa, yang memiliki motivasi untuk memperbaiki taraf kehidupan ekonomi kemudian meningkat menjadi nafsu untuk menguasai dan mengeruk kekayaan dan keuntungan sebanyak-banyaknya dari daerah koloni untuk kekayaan bangsanya sendiri. Pihak atau bangsa lain dianggap musuh dan harus disingkirkan, sifat keangkuhan dan keserakahan telah menghiasi perilaku kaum penjajah. Cara-cara yang dilakukan VOC adalah antara lain pemaksaan monopoli perdagangan, politik memecah belah serta tipu muslihat yang sering disertai tindak peperangan dan kekerasan semakin memperluas daerah kekuasaan dan memperkokoh kemaharajaan.


C. VOC menuju kebangkrutan
Pada abad ke17 sampai dengan abad ke 18 VOC mengalami kejayaan. Jalur perdagangan yang dikendalikan VOC sudah membentang dari Amsterdam, Tanjung Harapan india sampai irian. Namun semakin banyak daerah yang dikuasi juga pengawasan juga semakin sulit. Pada tahun 1749 terjadi perubahan yang mendasar dalam lembaga kepengurusan VOC. Pada tanggal 27 Maret 1749 parlemen Belanda mengeluarkan UU yang menetapkan bahwa Raja Willem IV sebagai penguasa VOC, raja juga menjadi panglima tertinggi tentara VOC, dengan demikian VOC berada di bawah kekeuasaan raja. Pada tanggal 24 Juni 1719 Gubernur Jenderal Henricus Zwaardecroon mengeluarkan ordonansi untuk mengatur secara rinci cara penghormatan terhadap gubernur jenderal kepada Dewan Hindia beserta istri dan anak-anaknya. Pada tahun 1754 Gubernur Jenderal Jacob Mosel mengeluarkan ordonansi yang mengatur kendaraan kebesaran.